Kembali Menulis

Malam minggu ku sendiri
Ibarat pesta tanpa penari
Caci maki bagai duri duri
Hempasan angin tiada berdiri
Emas perak tak lagi menarik hati
Lelah hati lebih dihayati
Lampu dansa tak lagi berarti
Empat mata yang kucari

Lalu engkau muncul dari khayangan
Orang bilang kau hanya bayangan
Visualmu nampak tak kelihatan
Enggankah mataku merealisasikan?
Namamu seakan tertulis di bulan
Indah bagai karya tulisan
Apakah ini kenyataan?

Lalu kau datang padaku
Untuk menghibur dengan senandungmu
Karyamu indah dan terdengar merdu
Merdu bagai senandung tak berdebu
Alangkah indah menjalani waktu
Namamu kan selalu di hatiku

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s