8 Years and Counting

 

Variabel variabel yang berceceran,

Entah memberi makna apa dalam keseharian.

Raut raut wajah yang bertebaran,

Orang orang pun tak lagi menghiraukan.

Nama nama yang masuk Kitab Kehidupan,

Ibarat sekedar karangan dan bualan.

Kapan kabar baik akan diberitakan?

Apakah yang berkuasa masih mendengarkan?

 

Jika tak lagi bisa memberi

Upaya apa yang masih berarti?

Dimana sumber tawa telah dicuri,

Ilmu pengetahuan telah berkembang sendiri,

Tapak karir sudah terlampaui,

Hari hari pun terasa sepi.

 

Coba kuberi sebuah karya,

Yang mungkin tak ada harganya.

Namun semoga ini memberi suatu makna,

Tentang kehidupan kita yang fana.

Hari hari kita semakin menjadi dewasa,

Isi hati kita mungkin semakin berbeda,

Apapun jalan pilihan, janganlah pernah lupa:

 

Ayat ayat yang tertulis takkan pernah berubah,

Doa doa yang terucap pasti punya faefah,

Emas yang penting dan sedap dipandang,

Lambat laun nilainya pun akan hilang.

Iman dan tradisi janganlah digadaikan:

Nilai yang abadi hanya ada di dalam hati.

Entah apakah didengarkan, yang penting tersampaikan!

Tentang Jessica

J   ika bumi dan langit akhirnya bersatu

E  nggan aku melupakan namamu

S  eandainya darat dan laut bertemu

S  etiap langkahpun kan mengingat wajahmu

I   barat tenun untuk darah biru

C  erita dirimu terukir di tiap batu

A   da dimanapun dan selalu satu

 

C  oba tanya pada alam semesta

A  pa mereka tahu tentang Jessica

R   umput muda menjawab bersama

M  ereka bernyanyi dan bersukacita

E   lang elang bersoar penuh tenaga

L   ewati lembah tak yang tak bersuara

I    ndah senada dan semuanya mesra

T   entang dirimu semua berbahagia

A   dakah yang mungkin lupa?

Karya yang Tertunda

Greget melihat persahabatan hari ini

Ada yang seminggu atau bahkan satu hari

Bila yang baru datang yang lama pun pergi

Rancu antara teman atau kenalan

Ibarat bangau yang lupa akan kawanan

Empat like jadi lebih penting dari pertemuan

Lima comment dianggap lebih berharga daripada petualangan

 

Berapa banyak yang akan pergi

Entah ratusan atau terhitung dengan jari

Nanti sore atau waktu yang tak kunjung datang

Ibarat pasir yang tersisir dan terhempas

Tak pernah punya  takdir yang jelas

Apalagi hak untuk menolak berpisah

 

Nama nama bagai siklus hujan yang tiada berhenti

Air menjadi awan dan turun lagi ke tanah pertiwi

Tanah menyerap air dan memberi hidup pada bumi

Hilang didepan mata dan datang lagi esok hari

Apa yang berharga malah  tidak pernah abadi

Nama nama bagai lagu lagu masa kini

Indah untuk didengar tapi tak pernah hinggap di hati

Ada hanya untuk menghibur sejenak bagi diri

 

Berbeda dengan kita berdua

Umur yang terus bertambah

Nama nama yang semakin banyak

Apalah pengaruhnya dengan persahabatan

Walau setiap pasirpun harus kita ingat

Apalah dayanya terhadap hubungan

Namamu bagiku dan namaku bagimu

Cerita Kita

Cerita memang ada akhirnya

Indah atau sedih, tak bisa terteka

Nama nama tokoh hadir dan pergi

Dalam dimensi sang penata kata

Yang tak pernah menjadi nyata
Apa yang penting adalah kita

Ribuan penonton penatap cerita

Yang mencari pesan dan makna

Apa yang penting adalah kita

Nama nama yang kekal abadi

Indah tertulis dalam Kitab Kehidupan

Seorang Adrian

Apa makna kisah tanpa pemeran pemeran

Bahkan pahlawan sekalipun butuh kawan

Seperti Sungokong yang terbang tinggi melebihi awan

Namun butuh dua orang bebal untuk bantuan
Atau Blake Lively yang terdampar ditengah lautan

Terancam hiu yang marah tanpa alasan

Ditemani Stephen Seagull yang tak punya kemampuan
Demikian juga seorang Adrian

Biar kata orang punya banyak kemampuan

Apa gunanya kalau tak suka berkawan
Terima kasih wahai kawan

Atas cerita dan pengalaman

Yang tentunya takkan terlupakan

Semakin Dekat dan Pekat

Kiamat rasanya sudah dekat

Bumi berputar semakin cepat

Langit malam makin pekat

Dan hutan rimba berhenti lebat

Deru ombak tak lagi memecah sendu

Dan kicauan burung tak lagi merdu

Yang berperang bukan lagi serdadu

Melainkan anak anak dengan muka penuh debu

 

Akar mati menghasilkan bunga

Tapi rumput segar tak lagi beri udara

Tukang hutang mendadak kaya

Dan para munafik jadi pemimpin agama