Tak Habis Pikir

Kata kata dari mulut bisa buat luka

Kritik di depan mata bisa buat dusta

Namun tulisan tangan berikan kedamaian

Untuk luapkan para perasaan

Tak habis pikir diriku

Tak sampai lah logika ku

Bagaimana ada orang sedemikian bodohnya

Bodoh dan rasanya logika pun tidak punya

Sejak kapan ya dan tidak bermakna sama

Sejak kapan waktu dan perubahan tak lagi linear

Entah aku yang tidak bisa berbahasa

Atau memang dia yang tidak pernah belajar

Sebab setahuku mahasiswa itu hendaknya sudah cerdas

Punya pendirian dan intelektualitas

Namun mengapa yang satu ini dungu kelewat batas

Sampai sampai telur kebijakan tak menetas

Bicara cinta tiada batas

Berpendapat tanpa alas

Menuduh tanpa dasar

Menunjuk siapa yang kasar

Kupikir kejilah mantan kekasihnya

Tapi setelah dipikirkan

Siapa yang tahan dengan kebodohannya?

Karena dirinya, malaikat pun bisa berubah jadi setan

Menuntut banyak jawaban

Menolak setiap pertanyaan

Sungguh merepotkan

Dengan banyak aturan

Membicarakan orang dan kejadian

Bukan ide dan pemikiran

Pertanda kecil sebuah pikiran

Pertanda buntu sebuah perjalanan

Memperkeruh hubungan

Merusak kenangan

Sungguh membosankan

Dengan segala alasan

Diberi kesempatan

Bukannya dimanfaatkan

Malah makin menebar kebencian

dan merusak sebuah kehidupan

Kenapa oh Tuhan

Aku dan dia kau pertemukan

Sungguh sebuah cobaan

Yang sangat memalukan

Ingin rasanya kulancarkan serangan

Dengan menggunakan meriam dan senapan

Namun kuyakin takkan mempan

Sebab dirinya tidak cukup mapan

Aku hanya berharap di masa depan

Kelak ia menghadapi cobaan

Yang diluar batas kemampuan

Sehingga dia punya penderitaan

Advertisements

Pecicilan dan Mata Menawan

Hai engkau gadis idamanku
Tahukah kamu
Kalau aku
Hanya ingin melihat senyummu
Pecicilan aku dianggap dirimu

Hai engkau gadis pujaanku
Tahukah kamu
Kalau aku
Hanya ingin melihat tawamu
Pecicilan kauanggap diriku

Aku bukan pria idaman
Aku bukan bangsawan
Aku bukan pangeran
Aku bukan seorang tampan
Bagimu aku pecicilan

Bermain basket bukan ahliku
Pendiam bukanlah sifatku
Tinggi bukanlah badanku
Uang bukanlah kepunyaanku
Pecicilan kauanggap diriku

Hai engkau gadis dimimpiku
Tahukah engkau
Kalau aku
Mendekati temanmu
Supaya aku mendapat restu
Pecicilan dimatamu diriku

Maaf gadis impianku
Aku tak bisa berubah untukmu
Aku tak mau merubah diriku
Aku tak sanggup tuk itu

Aku hanya manusia
Bukanlah seorang dewa

Seorang manusia
Yang cinta pada wanita
Bukanlah dewa
Yang memenuhi mau wanita

Inilah aku
Inilah aku yang kau kira batu

Hai engkau gadis dihatiku
Tahukah engkau
Hancur pula sebuah batu
Bila ia dan air bertemu

Aku bukan pahlawan berparas tampan
Yang berperang melawan setan
Yang makan perempuan perawan

Aku hanyalah seorang Adrian
Yang pernah cinta perempuan
Yang bibirnya masih perawan
Yang kau anggap pecicilan

Air mata kuteteskan
Mendengar pecicilan
Hati kukoyakkan
Mendengar itu julukan

Maafkan
Telah mengecewakan
Carilah yg kauinginkan
Maafkan
Diriku bukan yg kau pikirkan

Memang kukenal bnyk perempuan
Tapi di hati satu perempuan
Perempuan dengan mata menawan

her choice, not me