Kembali Menulis

Malam minggu ku sendiri
Ibarat pesta tanpa penari
Caci maki bagai duri duri
Hempasan angin tiada berdiri
Emas perak tak lagi menarik hati
Lelah hati lebih dihayati
Lampu dansa tak lagi berarti
Empat mata yang kucari

Lalu engkau muncul dari khayangan
Orang bilang kau hanya bayangan
Visualmu nampak tak kelihatan
Enggankah mataku merealisasikan?
Namamu seakan tertulis di bulan
Indah bagai karya tulisan
Apakah ini kenyataan?

Lalu kau datang padaku
Untuk menghibur dengan senandungmu
Karyamu indah dan terdengar merdu
Merdu bagai senandung tak berdebu
Alangkah indah menjalani waktu
Namamu kan selalu di hatiku

Kenny Yustana

K etika kata sudah berhenti meretas

E maskah yang akan berbahasa?

N ama – nama tak lagi tertulis diatas kertas?

N amun terpampang dilayar kaca?

Y ang menulis tak lagi berbalas-balas

 

Y ang pasti semua masih berarti

U ntuk iman yang abadi

S aat yang muda berinovasi

T akluklah dunia oleh jati diri

A pabila selamanya kau disini

N ama – nama kan selalu tegak berdiri

A langkah indah kalau memang begitu?

 

Yang Lalu Jangankan Berlalu

Palang Palang tak lagi bermegah
Apakah kawan hanyalah retorika?
Tatapan wajah mereka kini tak lagi bermakna
Riang pohon, tak lagi meneduh dari matahari
Ibarat rusa tak merasa deru angin
Cerita kita tiada terarah lagi
Inikah suatu suspens?
Atau inikah sebuah akhir?

Celah hidup mungkin tak terisi
Indah rembulan mungkin tak bersinar
Nama nama yang terukir telah hilang oleh
Deburan ombak mengikis bersih
Yang tersisia hanyalah hampa

Tapi biarlah dirimu berdiri kokoh
Angin gembiramu biarlah tak berujung
Tirai hatimu biarlah terbuka cerah
Angan angan dan impian janganlah musnah
Nama nama yang hilang bercahayalah
Giranglah mereka atas kembalimu

 

DSC_1074

Lelah Takkan Terasa

A ngin pantai mengguncang palma
D eburan ombak menghantam batu karang
I barat alam dan dunia bermesra
N amamu bagai bunga-bunga yang senang
D alam sunyi malam bumi berkata
A langkah indah seorang Dinda

K alau daun saja boleh berdansa
R embulan pun jadi cahaya pesta
I barat langit dan laut berkencan
S eorang dirimu jadi penangkal kesepian
T anaman-tanaman tegak berdidi
A andai hadir seorang putri bernaluri
B ila takdir tak mengurung diri
E ngganlah diri ini berhenti berlari
L elah hati takkan pernah berarti

10622784_10154587620110603_6113772682254654743_n

Meskipun bumi berubah, sahabat tak akan

J alan – jalan tak lagi bersuara
O rang tua berkata hidup tak lagi bermakna
S erempak langkah kakiku diam terpaku
E mas emas hancur menjadi debu
P alang palang runtuh menjadi batu
H ari hari yang cerah telah kehilangan kesempatan
I nsan insan bertingkah seperti hewan
N amun sahabat sepertimu bagai surya dibalik awan
E mbun pagi bagai air mata yang kita teteskan bersama

R embulan malam menerangi dansa kita berdua
I ndah dunia ini tanpamu takkan terasa
A pa dayaku tanpa dirimu kawan
N amamu akan terukir abadi dalam pikiran
A lam kan jadi sang saksi persahabatan

 

Pejuang tak terlihat

Warna dirinya tak pernah terlihat

Ibarat bayangan tanpa tubuh

Lembar lembar gambar telah tersusun

Lama dicari, tak juga ditemukan

Inikah rasanya menjadi pahlawan?

Ah, betapa sedihnya

Mereka yang terlihat, bukan dia yang berjuang

 

Setelah perjuangan telah tersusun

Tak terekam jejak perjuangannya

Efek cahaya tak membuatnya terlihat

Visualisasi kamera tak juga membantu

Entah mengapa, tanpanya tiada kenangan diri kami

Naifnya diriku, ternyata dialah pahlawan dibalik kamera

 

-Theres no photos of him, not even one-

 

Actually there are, without me…